Begadang, Rentan Buta Warna

“BEGADANG jangan begadang, kalau tiada artinya…..”

Sepenggal lagu Begadang ciptaan Raja Dangdut Rhoma Irama itu perlu mendapat perhatian ekstra. Tak main-main, kebiasaan tersebut membuat pelakunya rentan buta warna.

Menurut dr. Armanto Sidohutomo, SpM., buta warna disebabkan penyakit Central Serous Chorio Retinopathy (CSCR). Yang terjadi, makula bengkak. “Hal ini membuat pendeteksi warna rusak. Mata jadi kabur,” jelasnya.

Selain begadang, kondisi ya ng menjadi pemicu CSCR adalah stres, kafein tinggi, serta melihat komputer dalam waktu lama. Karena itu, mereka yang suka melek malam dibarengi minum kafein tinggi akan lebih rentan terkena CSCR. “Jadi, kalau mata lelah, jangan dipaksakan,” tuturnya.

Spesialis mata RS Mata Undaan tersebut mengungkapkan, pemulihan penglihatan pasien CSCR bisa dilakukan dengan pengobatan secara oral. Tetapi diperlukan hingga bengkak pada makula reda. Jika tidak teratasi, baru diperlukan operasi dengan bantuan laser. “Bengkak hilang, penglihatan pulih 100 persen,” tegasnya.

Armanato menambahkan, mereka yang mengalami buta warna karena CSCR disebut buta warna didapat (bukan turunan). Selain CSCR, diabetic retinopathy juga membuat seseorang menjadi buta warna.

Manajer Risiko RS Mata Undaan itu menyatakan, buta warna karena keturunan tak mungkin disembuhkan. Sel-sel retina tidak mampu merespons warna. Sel kerucut di dalam retina mata melemah dan rusak permanen. “Biasanya dibawa oleh kromosom X pada perempuan. Buta warna kemudian diturunkan kepada anak-anaknya,” terang Armanto.

Orang awam menganggap penyandang buta warna hanya mampu melihat warna hitam dan putih. Seperti menonton film hitam putih. “Anggapan ini sebenarnya salah besar,” tandasnya. Padahal, ada beberapa klasifikasi, buta warna. Trikromasi, mata mengalamai perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna ini sering ditemukan. Ada tiga klasifikasi turunan trikromasi. Yakni, Protanomali, sulit mengenali warna merah. Deoteromali, sulit mengenali warna hijau. Trinomali, sulit mengenali warna biru.

Pada dikromasi, satu di antara tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan Dikromasi. Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada. Tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang. Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau. Tritanopia, sel kerucut warna biru tidakditemukan.

Sedangkan monokromasi, sering dianggap sebagai buta warna. Sebab, retina rusak total dalam merespons warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima.

Nah, untuk memastikan seseorang buta warna, dilakukan tes Ishihara. Armanto menganjurkan agar tes tersebut dilakukan sejak dini. Jadi, orang tua tidak kaget seandainya suatu saat si anak dinyatakan buta warna. Tak hanya tes buta warna, diperlukan tes tajam penglihatan, lapang pandang, dan kepekaan pada kontras. (dio/nda)

Lambat Diketahui, Ancam Cita-Cita

PENYANDANG buta warna turunan, biasanya, baru diketahui setelah memasuki usia dewasa. Hal tersebut tentu mengganggu secara psikis. Apalagi, kelainan itu menghambat sang penderita meraih cita-cita.

Menurut Dra. Jeannie Kisdharjanti, gangguan kejiwaan yang rawan terjadi adalah kecemasan . “Dampak selanjutnya, penyandang buta warna minder (rendah diri),” kata psikolog dari RS Mitra Keluarga Surabaya itu.

Keluarga menurut dia, harus menjadi motivator utama agar penyandang buta warna bisa terus berkarir atau melanjutkan sekolah. Apalagi berdasarkan fakta, banyak penyandang buta warna yang sukses. Misalnya, Mark Twain, Paul Newman, dan Bing Cosby. Bahkan, Emerson Moser, pembuat krayon senior mengaku buta warna hijau, biru, dan tidak mampu melihat warna keseluruhan.

Ada pula orang yang mengalami buta warna karena ketidaktahuan. Maksudnya, orang tersebut kurang mendapatkan pengetahuan tentang warna. “Mereka ini ada yang baru diketahui saat menginjak remaja,” tuturnya.

Selama masa anak-anak, tambah dia, seorang anak buta warna atau belum memang masih sulit diketahui. Contohnya, daun yang seharusnya hijau diberi warna lain. Banyak pihak memaklumi. “Alasannya hal itu bagian dari ekspresi anak,” ungkapnya. Dia mengingatkan bersamaan dengan pengenalan huruf dan angka, anak juga diberi pengetahuan tentang warna.

Meski demikian kata dia, ada fenomena penginderasian yang salah. Jeannie menyebut penduduk asli Pulau Madura. Mereka tidak mengenal warna hijau. Sebab masyarakat menyebutnya biru. Biru langit, biru laut, biru daun. “ Itu harus diluruskan. Jangan salah kaprah terus,” tegasnya. (dio/nda)

Tagged with: , , , , , , , , , , ,
Posted in Artikel
Kalender
April 2014
M T W T F S S
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930